Upgraded: Dari Kalkulator Menjadi Sistem Perencana Cerdas
Decision Support System

Perencana Ketahanan Pangan Keluarga.

Masukkan jumlah keluarga dan luas lahan Anda. Sistem kami yang menghitung semuanya — kebutuhan protein, jumlah ternak, jadwal panen, hingga estimasi keuangan realistis.

Mulai Perencanaan
Latar Belakang Analisis

Mengapa Transformasi Lahan Diperlukan?

Kerentanan Pasokan

Hampir 90% kebutuhan pangan segar warga urban bergantung pada ekspedisi lintas wilayah yang sangat rentan gangguan inflasi dan logistik.

Defisit Arus Kas Dapur

Harga protein hewani dan sayuran daun menunjukkan tren inflasi asimetris, menyita persentase UMR bulanan rumah tangga secara konstan.

Inefisiensi Lahan Tidur

Area sisa hunian rata-rata didiamkan menjadi properti pasif tanpa output biologis, padahal berpotensi menjadi reaktor sirkular mandiri.

Area Inti Hunian
(Living Space - 65%)
Reaktor
Kolam Lele
Modul
Sayur DFT
Unit
Ayam Petelur
Rancang Bangun Sirkular

Pemetaan Lahan Maksimal

Sistem "Rumah Mandiri" mematuhi rasio ketat agar fungsionalitas rumah keluarga tidak terganggu. Komposisi ini menjamin siklus bio-filtrasi antara limbah ikan, pupuk organik, dan nutrisi sayuran.

Kolam Aquaponik 20% Lahan Ekstra
Rak Sayuran Vertikal 10% Lahan Ekstra
Kandang Presisi 5% Lahan Ekstra
V2 — Decision Support

Perencana Ketahanan Pangan Cerdas

Cukup masukkan jumlah keluarga dan luas lahan — sistem yang menghitung kebutuhan protein, jumlah ternak, jadwal panen, dan proyeksi ekonomi Anda.

Profil Keluarga & Lahan
orang
(Termasuk anak-anak dan lansia)
(Luas tanah properti, bukan luas bangunan)
bulan
(Durasi simulasi perencanaan pangan)
Mode Pemanfaatan

Sesuaikan harga lokal dan parameter produksi jika diperlukan. Biarkan default untuk estimasi standar nasional.

Ikan Lele
Rp
ekor/m³
gram
%
%
Sayuran Hidroponik
Rp
kg/bln
%
Ayam Petelur
Rp
btr/hr
Rp
Kompos (Produk Samping)
Rp
kg/bln

Rekomendasi Sistem

Sedang menghitung rekomendasi...

    Pemenuhan Kebutuhan Keluarga

    Timeline Produksi & Ekonomi

    Akumulasi nilai dengan event panen lele setiap 6 bulan

    Lele
    Sayur
    Telur
    Kompos
    Panen Lele

    Rincian Produksi & Ekonomi

    Komoditas Kapasitas Sistem Produksi Total Nilai Bruto Biaya Operasional Profit Bersih
    Arsitektur V2

    Model Relasional Berbasis Kebutuhan

    Berbeda dari V1 yang linear, V2 menghitung dari kebutuhan keluarga ke kapasitas produksi lahan dengan mempertimbangkan siklus biologis, mortalitas, dan biaya nyata.

    Kebutuhan → Ayam → Telur

    Dimulai dari kebutuhan telur keluarga, sistem menghitung jumlah ayam yang dibutuhkan berdasarkan produktifitas aktual.

    Kebutuhan Telur/bulan =
    Jumlah Keluarga × 1 butir/hari × 30 hari

    Jumlah Ayam =
    ceil(Kebutuhan Harian ÷ 0.8 butir/ayam/hari)

    Kolam → Lele → Panen Siklis

    Volume kolam ditentukan oleh lahan tersedia. Panen terjadi setiap 6 bulan, bukan akumulasi linear.

    Volume Kolam =
    Luas Kolam × 0.8m (kedalaman)

    Jumlah Ikan =
    Volume × Densitas × (1 - Mortalitas)

    Hasil Panen =
    Jumlah Ikan Hidup × Berat per Ekor

    Profit = Saving + Income - Cost

    Seluruh output dikonversi menjadi penghematan (konsumsi sendiri) dan pendapatan (jual surplus), dikurangi biaya operasional.

    Saving = Konsumsi Mandiri × Harga Pasar
    Income = Surplus Produksi × Harga Jual
    Cost = Pakan + Nutrisi + Bibit

    Profit Bersih = Saving + Income - Cost